EDISI DIGITAL · TANGERANG, INDONESIA +62 21 39738727 · sales@adsmediamix.id
Hubungi Kami
← Kembali ke Blog
Media Relations

Cara Pitching ke Jurnalis: Teknik yang Terbukti Berhasil

· 8 menit baca

Pitching adalah seni meyakinkan jurnalis bahwa cerita Anda layak untuk diliput. Ini adalah keterampilan yang membutuhkan latihan, tapi dengan teknik yang tepat, Anda dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pitch Anda secara signifikan.

Riset Sebelum Pitch

Sebelum mengirim pitch, lakukan riset mendalam tentang jurnalis yang akan Anda hubungi. Baca artikel-artikel terbaru mereka, pahami topik yang mereka liput, dan identifikasi angle yang mungkin menarik bagi mereka.

Jurnalis dapat dengan mudah mengenali pitch massal yang tidak dipersonalisasi. Menunjukkan bahwa Anda telah membaca karya mereka akan membuat pitch Anda lebih menonjol. Pastikan juga Anda sudah [memilih media online yang tepat](/blog/cara-memilih-media-online-press-release) untuk target pitch Anda.

Subject Line yang Menarik

Subject line email adalah hal pertama yang dilihat jurnalis. Buatlah subject line yang singkat, spesifik, dan menarik. Hindari subject line yang terdengar seperti spam atau terlalu promosional.

Contoh subject line yang baik: "Data Terbaru: Tren E-commerce Indonesia 2024" lebih baik daripada "Press Release dari PT XYZ".

Langsung ke Inti

Jurnalis menerima puluhan pitch setiap hari dan tidak punya waktu untuk membaca email panjang. Sampaikan inti pitch Anda dalam 2-3 kalimat pertama.

Jelaskan dengan jelas: apa beritanya, mengapa ini penting sekarang, dan mengapa ini relevan untuk pembaca mereka.

Tawarkan Nilai Tambah

Jangan hanya meminta liputan. Tawarkan sesuatu yang bernilai bagi jurnalis. Ini bisa berupa akses eksklusif, data yang belum dipublikasikan, atau kesempatan wawancara dengan pemimpin industri.

Jurnalis selalu mencari angle unik yang membedakan artikel mereka dari yang lain.

Timing yang Tepat

Perhatikan timing pitch Anda. Hindari mengirim pitch menjelang deadline atau di akhir pekan. Waktu terbaik biasanya adalah Selasa hingga Kamis, antara jam 9-11 pagi.

Pertimbangkan juga berita terkini. Jika ada berita besar yang sedang mendominasi, pitch Anda mungkin tidak akan mendapat perhatian.

Follow-Up yang Sopan

Jika tidak mendapat respons dalam 3-5 hari kerja, kirimkan follow-up yang sopan. Satu kali follow-up biasanya cukup. Jangan spam jurnalis dengan email berulang-ulang.

Dalam follow-up, tambahkan informasi baru atau angle berbeda untuk memberikan alasan bagi jurnalis untuk merespons.

Membangun Hubungan

Pitching bukan hanya tentang satu transaksi. Gunakan setiap interaksi untuk membangun hubungan jangka panjang. Ucapkan terima kasih ketika artikel dimuat, dan tetap berkomunikasi bahkan ketika tidak ada pitch.

Jurnalis lebih cenderung merespons pitch dari sumber yang sudah mereka kenal dan percaya.

Terima Penolakan dengan Profesional

Tidak semua pitch akan berhasil, dan itu normal. Terima penolakan dengan profesional dan tanyakan dengan sopan apakah ada feedback yang bisa Anda gunakan untuk pitch selanjutnya.

Jangan pernah bersikap defensif atau menekan jurnalis yang menolak pitch Anda.

Baca Juga

  • [Teknik Storytelling dalam Press Release](/blog/teknik-storytelling-press-release)
  • [Cara Membuat Media Kit Profesional](/blog/cara-membuat-media-kit-profesional)

Kesimpulan

Pitching yang efektif membutuhkan kombinasi riset yang baik, komunikasi yang jelas, dan kemampuan membangun hubungan. Dengan konsistensi dan pendekatan yang tepat, Anda akan melihat peningkatan dalam tingkat keberhasilan pitch Anda.

Siap mendistribusikan press release Anda?

Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan dapatkan penawaran terbaik untuk kebutuhan PR Anda.